TIK masuk Kurikulum
Perkembangan ilmu pendidikan semakin hari semakin pesat. Setiap lembaga pendidikan berlomba untuk meningkatkan mutu pendidikan masing-masing. Tak ketinggalan lembaga pendidikan yang bertempat di Jl. St. Hasanudin ini. Setelah Pendiri Yayasan terbesar di Tambun dan salah satu yayasan besar di Bekasi ini menghadap Allah, Pimpinan yayasanpun berganti. Pergantian Pimpinan yayasan membawa pengaruh yang besar tehadap sistem pendidikan di yayasan tercinta ini. Tahun ajaranpun berubah mengikuti kurikulum nasional. Mulai dari Labkom yang dirintis oleh Bapak H. Ahmad Kholid, M.Hum. (setelah kepulangannya dari Kairo), disusul dengan adanya lab bahasa. Tak ketinggalan Internetpun mulai masuk bahkan hotspot telah hadir.
Kini Pimpinan Yayasan dipegang oleh Bapak KH. Ahmad Kholid, M.Hum. Kebijakan peraturan, tata tertib dan sistem pendidikan yang ada pun mengalami perubahan. Kini waktu belajar ditambah, yang awalnya dari jam 07.00 sampai jam 12.00. kini mulai jam 07.00 sampai dengan jam 12.30. Mungkin ini adalah hal yang baru yang pernah ada di YAPINK. Pelajaran TIK kini masuk dalam kurikulum pendidikan, bukan lagi hanya pada pelajaran ekskul. Sungguh perubahan yang baik. Dengan adanya TIK masuk pada Kurikulum diharapkan para santri yang belajar di sini tidak hanya mahir dalam pendidikan ilmu salaf, juga ilmu teknologi informatika mereka bisa menguasai, walaupun sarana yang ada masih terbatas, tapi mudah-mudahan di kemudian hari bisa lebih memadai lagi.
“Weh enak banget santri sekarang dah ada komputernya, waktu saya sekolah boro-boro nyang namanya komputer, ngeliat aja belum pernah, paling-paling bisa pake mesin tik, itu juga dimarahin dulu sama pengurus IPPINK senior” tutur salah seorang alumni angkatan 96-97.
Seharusnya kita merasa bersyukur akan adanya perubahan ini. Dengan adanya hal seperti ini mungkin akan memberikan pengetahuan baru kepada para santri yang sekarang. Sepantasnya bagi kita untuk mendukung dan membantu apa yang ada sekarang. Jika kita punya kesempatan dan waktu mari sama-sama kita bantu almamater tercinta kita.
Harapan kita semua, dengan adanya perubahan sistem pendidikan yang ada, tidak membuat para santri menurun aktifitas belajarnya, tetapi sebaliknya, semakin giat dan rajin dan giat dalam belajar serta semkin ta’dzim terhadap guru. Mudah-mudahan perubahan ini membawa dampak yang baik terhadap para santri serta mendapat ridho dari Allah SWT. Amin.












