Tamu Kami
Kami memiliki 3 tamu online
Waktu Shalat
Masehi - Hijriah
Konversi Tanggal
Masehi ke Hijriah
Hijriah ke Masehi
Tanggal: Bulan: Tahun:
Arsip
Share and Bookmark
Facebook MySpace Twitter Digg Delicious Stumbleupon Google Bookmarks RSS Feed 
Pencarian
Statistik Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini36
mod_vvisit_counterKemarin63
mod_vvisit_counterMinggu ini36
mod_vvisit_counterMinggu lalu478
mod_vvisit_counterBulan ini349
mod_vvisit_counterBulan lalu2156
mod_vvisit_counterTotal22935

Online (20 menit lalu): 5
Your IP: 38.107.191.107
,
Today: Sep 05, 2010

postheadericon Wafatnya Pendiri YAPINK

Inna lillahi wa inna ilaihi Raji'un ...

Telah berpulang ke rahmatullah orang tua kami Bapak H. Abdillah bin H. Mas'ud pada hari Selasa, 24 Pebruari 2009 pukul 17.55 WIB di rumah kediaman Almarhum Jln. Sultan Hasanuddin no. 123 Tambun Selatan Bekasi. Almarhum adalah salah satu tokoh kunci berdirinya YAPINK, dan menjabat sebagai ketua Dewan Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina YAPINK. Almarhum merupakan sosok pendiri yang paling berpengaruh, karena sejak awal pendirian sampai akhir hayatnya beliau terus berjuang untuk mewujudkan YAPINK menjadi lembaga pendidikan yang maju dan disegani oleh seluruh kalangan.

Alm. H. Abdillah adalah mertua dari Alm. KH. Drs. Moh. Dawam Anwar (yang menikahi puterinya, Ibu Ustz. Hj. Nurhaidah). Sepak terjang Almarhum sudah terlihat sejak awal pendirian YAPINK, ketika desa Tambun dihebohkan oleh berita rencana pendirian gereja oleh umat Kristiani di lingkungan masyarakat Tambun. Almarhum yang sejak mudanya ikut berjuang untuk pembebasan tanah air dari tangan penjajah tidak ingin daerah yang dicintainya sekali lagi jatuh ke tangan orang-orang yang berbeda akidah. Dengan niat ikhlas untuk membentengi akidah masyarakat, akhirnya beliau mengumpulkan para sesepuh desa Tambun, di antaranya Alm. H. Sadeli, Alm. H. Marzuki Alam, dan beberapa tokoh lainnya guna membicarakan rencana antisipasi pendirian rumah ibadah Kristiani tersebut. Akhirnya disepakati untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam yang diharapkan dapat menjadi counter, di samping untuk memperdalam pemahaman keagamaan masyarakat desa Tambun.

Maka dicarilah seorang mu'allim (guru) untuk menjalankan amanat dan memimpin lembaga pendidikan Islam tersebut melalui silaturrahmi ke ponpes Tebuireng Jombang. Sang Kyai merekomendasikan nama "Dawam Anwar" yang saat itu sedang menempuh pendidikan sarjana di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Akhirnya, KH. Dawam Anwar diboyong ke Tambun, dan dinikahkan dengan salah seorang puteri Alm. H. Abdillah (Ibu Ustz. Hj. Nurhaidah) yang saat itu masih menimba ilmu di ponpes Seblak Jawa Timur. Dan berkembanglah pondok pesantren YAPINK yang dikelola oleh Alm. KH. Drs. Moh. Dawam Anwar, hingga kini telah memiliki 9 cabang yang tersebar di daerah Jawa Barat, Jakarta, dan Lampung.

Alm. H. Abdillah terkenal sebagai sesepuh desa Tambun yang teguh pendirian dan sangat perhatian dengan masalah agama. Beliau terkenal sebagai sosok yang disiplin untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama, dan selalu berusaha untuk memakmurkan masjid. Sampai akhir hayatnya beliau tercatat sebagai salah seorang Dewan Penasehat Masjid Jami' Attaqwa yang merupakan masjid agung Desa Tambun.

Almarhum meninggal dalam usia 83 tahun dan telah dikebumikan pada hari Selasa, 25 Pebruari 2009 di makam keluarga, setelah sebelumnya disholatkan di Masjid Jami' Attaqwa. Almarhum meninggalkan seorang isteri (Hj. Nurhani), 8 orang anak (Hj. Nurhaidah, Hj. Nurhikmah, Hj. Nasyitoh, Hj. Ayunadiah, Drs. Ahmad Fadhil, Yusuf Hakim, dr. Abd. Halim, Lila Khoiriyah, M.Pd), 23 orang cucu, dan 7 orang cicit.

Semoga jejak perjuangan Almarhum akan kelak diwarisi oleh anak, cucu dan cicit-cicitnya, terutama dalam membangun YAPINK ke depan, sebagai upaya menjaga warisan yang akan menjadi amal jariyah bagi beliau hingga hari kiamat. Amin.

Selamat Jalan Apa' ... Semoga mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah swt ...

Perjuangan tak akan lekang ...

Pengabdian tak akan pupus ...

Kami akan lanjutkan segala cita-cita dengan cinta ..

Hai jiwa yang tenang ..

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya ..

Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku ..

dan masuklah ke dalam surga-Ku ..

Komentar (0)
Tulis Komentar
Data detil anda:
Gravatar enabled
Komentar:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Masukkan kode anti-spam yang terbaca dalam gambar.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."