Wafatnya Pendiri YAPINK
Inna lillahi wa inna ilaihi Raji'un ...
Telah berpulang ke rahmatullah orang tua kami Bapak H. Abdillah bin H. Mas'ud pada hari Selasa, 24 Pebruari 2009 pukul 17.55 WIB di rumah kediaman Almarhum Jln. Sultan Hasanuddin no. 123 Tambun Selatan Bekasi. Almarhum adalah salah satu tokoh kunci berdirinya YAPINK, dan menjabat sebagai ketua Dewan Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina YAPINK. Almarhum merupakan sosok pendiri yang paling berpengaruh, karena sejak awal pendirian sampai akhir hayatnya beliau terus berjuang untuk mewujudkan YAPINK menjadi lembaga pendidikan yang maju dan disegani oleh seluruh kalangan.
Alm. H. Abdillah adalah mertua dari Alm. KH. Drs. Moh. Dawam Anwar (yang menikahi puterinya, Ibu Ustz. Hj. Nurhaidah). Sepak terjang Almarhum sudah terlihat sejak awal pendirian YAPINK, ketika desa Tambun dihebohkan oleh berita rencana pendirian gereja oleh umat Kristiani di lingkungan masyarakat Tambun. Almarhum yang sejak mudanya ikut berjuang untuk pembebasan tanah air dari tangan penjajah tidak ingin daerah yang dicintainya sekali lagi jatuh ke tangan orang-orang yang berbeda akidah. Dengan niat ikhlas untuk membentengi akidah masyarakat, akhirnya beliau mengumpulkan para sesepuh desa Tambun, di antaranya Alm. H. Sadeli, Alm. H. Marzuki Alam, dan beberapa tokoh lainnya guna membicarakan rencana antisipasi pendirian rumah ibadah Kristiani tersebut. Akhirnya disepakati untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam yang diharapkan dapat menjadi counter, di samping untuk memperdalam pemahaman keagamaan masyarakat desa Tambun.
Maka dicarilah seorang mu'allim (guru) untuk menjalankan amanat dan memimpin lembaga pendidikan Islam tersebut melalui silaturrahmi ke ponpes Tebuireng Jombang. Sang Kyai merekomendasikan nama "Dawam Anwar" yang saat itu sedang menempuh pendidikan sarjana di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Akhirnya, KH. Dawam Anwar diboyong ke Tambun, dan dinikahkan dengan salah seorang puteri Alm. H. Abdillah (Ibu Ustz. Hj. Nurhaidah) yang saat itu masih menimba ilmu di ponpes Seblak Jawa Timur. Dan berkembanglah pondok pesantren YAPINK yang dikelola oleh Alm. KH. Drs. Moh. Dawam Anwar, hingga kini telah memiliki 9 cabang yang tersebar di daerah Jawa Barat, Jakarta, dan Lampung.
Alm. H. Abdillah terkenal sebagai sesepuh desa Tambun yang teguh pendirian dan sangat perhatian dengan masalah agama. Beliau terkenal sebagai sosok yang disiplin untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama, dan selalu berusaha untuk memakmurkan masjid. Sampai akhir hayatnya beliau tercatat sebagai salah seorang Dewan Penasehat Masjid Jami' Attaqwa yang merupakan masjid agung Desa Tambun.
Almarhum meninggal dalam usia 83 tahun dan telah dikebumikan pada hari Selasa, 25 Pebruari 2009 di makam keluarga, setelah sebelumnya disholatkan di Masjid Jami' Attaqwa. Almarhum meninggalkan seorang isteri (Hj. Nurhani), 8 orang anak (Hj. Nurhaidah, Hj. Nurhikmah, Hj. Nasyitoh, Hj. Ayunadiah, Drs. Ahmad Fadhil, Yusuf Hakim, dr. Abd. Halim, Lila Khoiriyah, M.Pd), 23 orang cucu, dan 7 orang cicit.
Semoga jejak perjuangan Almarhum akan kelak diwarisi oleh anak, cucu dan cicit-cicitnya, terutama dalam membangun YAPINK ke depan, sebagai upaya menjaga warisan yang akan menjadi amal jariyah bagi beliau hingga hari kiamat. Amin.
Selamat Jalan Apa' ... Semoga mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah swt ...
Perjuangan tak akan lekang ...
Pengabdian tak akan pupus ...
Kami akan lanjutkan segala cita-cita dengan cinta ..
Hai jiwa yang tenang ..
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya ..
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku ..
dan masuklah ke dalam surga-Ku ..














