SELAMAT DATANG DI PESANTREN KAMI

YAYASAN PERGURUAN ISLAM EL-NUR EL-KASYSYAF (YAPINK)

TAMBUN SELATAN - BEKASI

Jum'at Juli 25, 2014
Beranda  //  Pendidikan Perguruan Tinggi (S1) Profil INISA  //  Blog  //  Statis  //  Kitab Kuning
27
Jun 2012
Print
Email

Kitab Kuning

Ditulis oleh admin
Hits: 7717

 

kitab kuningSemakin banyak sekolah-sekolah Islam yang meninggalkan kitab kuning. Hal itu dapat berarti semakin jauh umat Islam dari sumber ilmunya yang otentik. Belum lagi berbagai citra negatif yang dilontarkan tentang kitab kuning, semakin mengikis minat umat untuk mempelajarinya.

Ungkapan-ungkapan seperti "kuno", "jadul", "kampungan", "norak", "ketinggalan zaman", dan lain sebagainya kerap menghinggapi diri orang-orang yang masih konsisten mempelajari kitab kuning. Bahkan, tidak jarang mereka dianggap sebagai "orang aneh" yang masih saja sibuk memulung ilmu kuno, padahal zaman sudah modern. Mereka ibarat barang antik yang terapung di tengah lautan benda-benda modern berteknologi mutakhir.

Kadang kita tidak menyadari, semakin jauh kita dari kitab kuning (kitab ulama klasik), maka semakin bertambah jauh kita dari bahasa Arab. Jika semakin jauh dari bahasa Arab, kita juga akan semakin jauh dari Al-Qur'an. Tidak heran jika saat ini banyak orang yang sekadar bisa membaca Al-Qur'an, namun tidak dapat memahami dan menghayati maknanya. Meskipun mereka bisa memahami artinya--melalui terjemah Al-Qur'an--mereka tetap tidak bisa meresapi keindahannya, kekuatan kata per-katanya, kehebatan susunannya, keselarasan penggunaan seluruh artikel bahasa yang dikandungnya, dan lain sebagainya. Hal tersebut karena mereka hanya berkiblat pada terjemah, bukan pada kandungan dzawq (rasa) yang dibawanya, yang tidak dapat diresapi kecuali oleh orang-orang yang memahami bahasa Arab dengan baik. Kepekaan rasa tersebut bukanlah semata-mata anugerah yang dibawa sejak lahir, tetapi juga merupakan hasil dari proses belajar yang terus-menerus tentang rahasia yang terkandung dalam bahasa Arab.

Karena itu, YAPINK tetap konsisten mengajarkan kitab-kitab kuning warisan para ulama salaf. Selain untuk menumbuhkan kepekaan rasa, hal ini juga dimaksudkan untuk ikut menjaga eksistensi bahasa Arab di tengah masyarakat Indonesia, serta mengajarkan ilmu agama kepada anak didiknya secara langsung dari sumbernya. Kitab-kitab kuning yang masih aktif diajarkan di YAPINK di antaranya: 

  • Tafsir al-Jalalain
  • Ulum at-Tafsir
  • Jawahir al-Bukhari
  • Tajrid as-Sharih
  • Umm al-Barahin
  • Al-Husun al-Hamidiyah
  • Fath al-Qarib al-Mujib
  • Fath al-Mu'in
  • Ghayat al-Wushul
  • As-Sullam
  • Al-Asybah wa an-Nazhair
  • Al-Mabadi' al-Awwaliyah
  • Alfiyah Ibnu Malik
  • Alfiyah Ibnu 'Aqil
  • Qawa'id al-Lughah al-'Arabiyah
  • Hikmah at-Tasyri'
  • Minhaj al-Muslim
  • Ta'lim al-Muta'allim
  • 'Izhat an-Nasyi`in
  • Matan Rahabiyah
  • dan lain-lain.

 

Indonesian Arabic Dutch English French German Japanese

Login Anggota

Statistik Kunjungan

Hari ini30
Kemarin70
Minggu ini214
Bulan ini1209
Total63842

Saat ini ada 10 tamu dan 0 anggota online

VCNT

Khazanah YAPINK