SELAMAT DATANG DI PESANTREN KAMI

YAYASAN PERGURUAN ISLAM EL-NUR EL-KASYSYAF (YAPINK)

TAMBUN SELATAN - BEKASI

Senin September 24, 2018
Beranda
06
Jun 2012

Articles

Print
Email

Pendidikan Salaf

Ditulis oleh Ahmad Syafi'i
Hits: 10079

salafPendidikan salaf adalah pendidikan orang-orang terdahulu yang sholeh, yang telah melahirkan generasi yang mulia, generasi yang baik, generasi terbaik yang tak dapat disamai dan ditandingi oleh generasi setelahnya. Ibarat seorang pahlawan, sebenarnya siapakah yang ada di balik mereka dan yang telah mencetak mereka menjadi pahlawan-pahlawan sejati ? Tiada lain adalah seorang ayah dan bunda yang agung dan berperan sebagai pendidik dalam hidup mereka, tepatnya orang tua mereka masing-masing, bukan semata-mata gurunya. Orang tua yang telah mendidik anak-anaknya untuk memiliki akhlak yang sempurna dan cita-cita yang mulia.

Ada seorang bunda pingitan mampu mendidik anak-anaknya, menanamkan keutamaan dalam benak mereka dan memantapkan pilar-pilarnya sampai ke dalam aliran darah mereka. Perjalanan orang-orang terdahulu dalam hal pendidikan yang mampu mempesona hati kita dan menimbulkan kekaguman dan kebanggaan yang tinggi dalam jiwa kita.

Apabila seseorang melihat kondisi yang dialami oleh anak-anak sekarang, seperti kenakalan, penyimpangan, kelengahan, serta ketidakperdulian orang tua kepada anaknya, bandingkanlah kondisi tersebut dengan kondisi para salafus shaleh, niscaya ia akan putus asa dan kecewa. Namun, apapun yang terjadi, seorang Muslim harus selalu optimis dan tidak boleh putus asa.

Cara yang diberlakukan orang terdahulu tentu dapat pula digunakan untuk memperbaiki generasi-generasi masa kini. Sebab, umat ini bagaikan hujan, kebaikan datang secara totalitas, baik berada di permulaan, pertengahan, maupun penghujung.

Semua urusan akan terasa mudah setelah mendapat taufik dari Allah swt dan dapat terselesaikan dengan baik di tangan kita. Yang terpenting, kita mau berusaha keras, memasuki ruang melalui pintu-pintunya dan berusaha mencari solusi terbaik, selalu berusaha memperbaiki kesalahan dan meluruskan yang menyimpang.

Wahai para ayah dan bunda, singsingkanlah lengan kesungguhan kalian, luangkan waktu kalian untuk mencurahkan segala potensi serta kemampuan kalian untuk mendidik anak-anak kalian yang telah Allah swt amanatkan pada diri kalian sebagai orang tuanya. Sebab, demi Allah, sekiranya kalian tidak sanggup mendidik anak-anak kalian, niscaya kalian akan mengalami kesulitan untuk membendung keburukan mereka dan kalianpun akan sulit menghindar dari semua akibat yang ditimbulkan oleh mereka.

Di antara sesuatu yang dapat membantu proses pendidikan anak ialah hendaknya seorang ayah dan bunda menyadari sepenuhnya, bahwa nasehat itu tidak akan pernah sia-sia sekalipun seseorang belum mendapatkan hasil dari usahanya dalam memberi nasehat kepada anak-anaknya dan belum memperoleh hasratnya agar mereka diberi petunjuk oleh Allah swt untuk menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah. Ketidakmampuan itu tidak bisa dijadikan alasan di hadapan Allah swt kelak.

Nasehat bagaikan benih yang ditabur ke tanah, sedangkan Allah swt yang menangani penyiraman, pemeliharaan, dan pertumbuhannya. Sebagaimana ditegaskan oleh Allah swt:


ءَأَنتُمۡ تَزۡرَعُونَهُ ۥۤ أَمۡ نَحۡنُ ٱلزَّٲرِعُونَ

 

"Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya". (QS. Al-Waaqi'ah: 64).

Oleh karenanya, buah atau hasilnya yang sehat itu terhimpun dalam segala keadaan. Bisa jadi, anak-anak itu menjadi lurus seketika, mereka masih dalam proses berpikir, atau mereka dapat mengurangi penyimpangannya sedikit demi sedikit dari hal-hal yang  batil. Nasehat dapat dijadikan pertanggungjawaban di hadapan Allah sw kelak, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

Jangan serahkan masa depan anak-anak ayah dan bunda sepenuhnya hanya kepada guru dan sekolah, karena ayah dan bunda--sebagai orang tua--memainkan peranan yang sangat strategis dalam menumbuhkan keteladanan, memupuk kesuburan akhlak yang baik dalam diri putera-puterinya, serta memotivasi mereka dalam menyongsong kesuksesan belajar.

Anak merupakan amanat dan pemberian Allah swt kepada orang tua yang perlu dipelihara, dibina, dan diarahkan. Jika orang tua mampu mendidiknya dengan baik, berarti mereka telah menunaikan amanat itu. Sebaliknya, jika salah dalam mendidik mereka, berarti orang tua telah mengkhianati amanat itu. Wallahu a'lam. []

Comments   

 
0 #1 ahmad syafii 2012-12-08 17:10
afwan buat admin

tolong direvisi nama penulisnye
Quote
 

Tulis Komentar

Perkataan mencerminkan kepribadian. Pikirkan baik-baik kata-kata anda sebelum memberikan komentar.


Security code
Refresh

Indonesian Arabic Dutch English French German Japanese

Login Anggota

Statistik Kunjungan

Hari ini29
Kemarin36
Minggu ini29
Bulan ini676
Total114072

Saat ini ada 72 tamu dan 0 anggota online

VCNT

Khazanah YAPINK

Arsip Posting